PONPES DHIYA'US SUNNAH CIREBON

🛖 Masjid dan Sarana Belajar Santri yang Sederhana

Akhir 2000, seiring semakin berkembangnya kegiatan ta’lim yang dirintis di rumah Ikhwan dan beberapa masjid di Kota Cirebon. Gayung bersambut, saat mendapat tanah wakaf seluas 500m2 dari muhsinin, maka dibangunlah sebuah Masjid sederhana yaitu Masjid As-Salafy. Masjid dengan tipikal yang dibangun oleh sebuah kebutuhan yang mendesak. Keterbatasan dana berpadu dengan semangat memiliki masjid mengantarkan ide untuk memboyong rumah bedengan kayu dari Purwokerto dan mengubahnya menjadi sebuah masjid. Sungguhpun jauh dari kenyamanan -jika turun hujan suara berisik air yang jatuh menimpa atap seng sehingga pengajian tidak terdengar, terkadang air banjir masuk ke dalam masjid sampai santri shalat di genangan air tersebut, disaat cuaca panas keadaan terasa gerah, lantai yang retak-retak, terkadang keluar semut dari dalamnya-. Itu semua walhamdulillah merupakan nikmat dari Allah yang patut disyukuri dan tetap menjadikan  masjid as-Salafy sebagai pusat aktifitas menuntut ilmu dan tidak mengganggu kekhusyuan ibadah para jamaahnya. 

Tidak jauh berbeda dengan itu, kondisi sakan pengurus dan santri sangat sederhana pula pada waktu itu. Namun kondisi yang serba sederhana itu tidak menyurutkan datangnya beberapa pemuda untuk menjadi santri dan mondok meraih ilmu penuh barokah di tempat ini, yang mengajarkan pemahaman agama sesuai generasi pertama dan utama dari kalangan Salafus Shalih, di bawah bimbingan langsung Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-.

Gang Masuk
Gang Masuk
sakan ustad jadoel
sakan santri jadoel
sakan santri 3
masjid depan
masjid samping kiri
masjid samping kiri depan
samping kanan
masjid belakang kanan
previous arrow
next arrow
📋 Pendirian Yayasan Dan Ijin Operasional Pondok

Mengingat sangat pentingnya dakwah ini dan penyebaran ilmu dengan berbagai program di dalamnya, baik pendidikan, dakwah dan program-program penunjang lainnya. Maka pengurus dan Asatidzah  melalui hasil musyawarah, memutuskan untuk membentuk pondok pesantren ini di bawah naungan yayasan. Maka terbentuklah Yayasan Dhiya’us Sunnah yang didirikan secara resmi pada hari Jumat tanggal 8 November 2002 di hadapan Notaris Saleh Bafadal, SH, dan secara resmi mendapat Ijin Operasional Pondok (IJOP) dari Departemen Agama Islam Kota Cirebon dengan nomor statistik; 04.2.32.23.05.021.
Pada tahun 2015 dengan adanya perubahan peraturan perundang-undangan dari Undang-Undang nomor 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan, menjadi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Yayasan tersebut, maka untuk menyesuaikan aturan tersebut diajukan kembali akta perubahan pendirian Yayasan yaitu pada tanggal 15 Desember 2015 di hadapan notaris Saleh Bafadal, S.H. dan mendapatkan pembaharuan Ijin Operasional Pondok (IJOP) dari Kementerian Agama Republik Indonesia Dirjen Pendidikan Islam dengan nomor statistik : 510032740089.

🕌 Renovasi Masjid As-Salafy

Walhamdulillah atas taufiq dan hidayah dari Allah, kegiatan dakwah dan mengajar di Pondok Dhiyau’us Sunnah yang berpusat di Masjid As-Salafy yang sederhana tersebut semakin berkembang. Semakin bertambahnya santri ditambah jama’ah pengajian dan shalat juma’at yang semakin bertambah sehingga sering jama’ah shalat jum’at sampai keluar bangunan masjid, maka berdasarkan hasil musyawarah pengurus dan dewan Asatidzah memutuskan untuk mengupayakan renovasi masjid dan sarana lainnya. Dan diupayakan pula perluasan lingkungan pondok dengan membebaskan lahan-lahan tanah dan rumah penduduk yang masih menyatu dengan lingkungan pondok. 

Karena mempertimbangkan hal-hal tersebut maka mulailah setahap demi setahap renovasi dan pengembangan serta perluasan pondok dimulai. Melalui dana swadaya jama’ah dan muhsinin serta gotong royong dari Asatidzah, pengurus, santri dan jama’ah pengajian, alhamdulillah bidznillah proses itu bisa dilaksanakan walaupun tidak bisa dikerjakan sekaligus.
Pada awal Juli 2005 renovasi Masjid As-Salafy mulai dikerjakan -walhamdulillah- walaupun sakan santri dan pengurus belum disertakan karena pendanaan yang hanya fokus dan cukup untuk pembangunan masjid, namun lingkungan di depan sakan dan halaman masjid pondok mulai dipasang paping blok juga, sehingga terlihat lebih rapi.

jalan masuk depan sakan
jalan masuk depan sakan
kantor pengurus 2
sakan pengurus dan santri jadoel
tampak depan sakan santri jadoel
sakan santri lama
previous arrow
next arrow

Ini penampakan Masjid As-Salafy setelah di renovasi, karena keterbatasan lahan maka masjid dibuat 2 lantai agar bisa menampung jama’ah baik saat shalat Jum’at ataupun pengajian.

masjid depan
masjid depan
masjid 2
masjid belakang
previous arrow
next arrow
🏘️ Pembebasan lahan sekitar Pondok dan Renovasi Sakan Santri

Seiring perkembangan dakwah dan jumlah santri dan jama’ah pengajian yang terus bertambah, sementara di sekitar lingkungan pondok terdapat rumah-rumah penduduk dan lahan kosong yang akan dijual. Maka  diupayakan lah proses pembebasan lahan dan rumah penduduk tersebut. 

Atas ijin Allah dan taufiq-Nya, lahan rumah yang terpisah selokan samping seluas 300m2, sebagian tanah dan rumahnya di wakafkan ke pihak pondok dan sebagiannya dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Lahan dan rumah tersebut sekarang menjadi lingkungan pondok dan masjid banat karena posisinya cukup terpisah.

Rumah dan Tanah wakaf-sekarang jadi Masjid dan pondok banat

Awal Juli 2007 dimulai pembangunan sakan pengurus dan santri beserta sarananya, sekaligus lahan wakaf seberang saluran air dibangun untuk pondok banat.

gang masuk
gang masuk
sakan dan kelas santri
pondok baru dan Masjid
pondok banat awal
pondok banat 2
pondok banat 1
previous arrow
next arrow

Program pondok Dhiya’us Sunnah, selain pengajaran santri dan pengajian umum di Pondok. Beberapa kegiatan lainnya juga dilaksanakan sebagai penunjang dakwah dan penyampaian ilmu kepada masyarakat, khususnya disekitar lingkungan pondok dan umumnya untuk masyarakat kota Cirebon. Melalui pengajian di masjid-masjid di luar pondok dan penyebaran da’i khotib Jum’at di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. 

Selain itu penyebaran dakwah ini ditempuh melalui pengadaan radio komunitas dakwah di 107.7 FM Radio Adh-Dhiya. Bertempat di bangunan kecil di belakang Masjid, radio tersebut mengudara melalui studio mininya. Namun radio komunitas ini dalam perjalanan mengurus ijinnya tidak bisa dilanjutkan karena perijinan radio komunitas di Kota Cirebon tidak tersedia frekuensi kosong lagi. 

studio addhiya fm 1
studio addhiya fm 1
studio addhiya fm 2
previous arrow
next arrow
🏘️ Perluasan pondok dan pembangunan Masjid Abu Bakar As-Shiddiq

Semakin banyak santri dan jenjang program pendidikan yang semakin bertambah, mulai marhalah Ibtidaiyyah, Mutawashitoh, Tsanawiyah dan tingkat dewasa (TD dan TN) baik putra dan putri. Ditambah lagi jama’ah pengajian umum juga semakin banyak lagi. Maka tahun 2009 kembali diupayakan pembebasan lahan kosong seluas 2.260 M2 yang berada di sepanjang gang masuk menuju pondok. 

Walhamdulillah upaya pembebasan lahan ini mendapat taufiq dan kemudahan dari Allah. Sehingga pada bulan September 2009 biidznillah pembangunan dan perluasan komplek pondok Dhiya’us Suunah dan Masjid yang lebih besar dimulai. Masjid ini kemudian diberi nama Masjid Abu Bakar As-Shiddiq -radhiallahu ‘anhu- berserta penambahan bangunan kelas di pondok putra maupun putri.

dari masjid 1
dari masjid 1
dari masjid 2
pondasi masjid 2
pondasi masjid 3
pondasi masjid 1
pondasi masjid 4
bedeng pekerja bangunan
previous arrow
next arrow

Inilah sekarang komplek Pondok Dhiya’us Sunnah…Walhamdulillah

Gerbang depan
 
Gerbang depan
Pos Satpam
Parkiran Masjid
Suasana Masjid malam hari
Suasana Masjid malam hari
Ruang tengah antara masjid
Bagian dalam masjid
Bagian dalam masjid
Bagian dalam masjid
Maktabah
Lab Komputer
Kantor Mudaris
Kantin Pondok
Pondok Banat
Masjid LIn Nisa
Tarbiatul Aulad
previous arrow
next arrow